Setangkup harapan dititipkan, dari hati yang percaya akan amanah. Lalu senyum pun tersungging, seiring pesan yang hendak disampaikan, “aku percaya padamu”.
Dalam perjalanan, begitu banyak godaan. Kadang melenakan dan menyesaatkan. Tak mustahil setangkup harapan yan dititipkan terlupakan. Terkubur rayuan yang makin menumpuk, seiring jaman.
Tapi tidak bagi jiwa-jiwa yang amanah, setangkup harapan tidak disimpan tuk menjadi beban pundaknya, melainkan terletak kuat dihatinya, terekat kuat diingatannya, dan dijadikannya bagian dari ketulusan yang harus di emban.
Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa-jiwa yang telah menetapkan arah. Jiwa-jiwa yang amanah, sangat paham akan alasan ditetapkannya manusia sebagai khalifah.
Pun begitu dalam kehidupan antar sesama, bahwa setangkup harapan tak boleh dimatikan. Karena kepercayaan tak mudah tuk didapatkan namun mudah tuk dihilangkan.
Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa yang mengenal Tuhannya. Semoga kita bisa.





seharusnya bisa A..
menjadi jiwa yang amanah seperti Rasulullah SAW
karena kita semua dilahirkan, hanyalah untuk menjadi khalifah
bukan yang lain..
Oleh: nakjaDimande on 4 Juli 2009
at 3:54 pm
Amiiiiinnnnnnn
Oleh: Aden Kejawen on 4 Juli 2009
at 5:02 pm
Aku ikut amin dengan do’amu Mas
Oleh: Kuliah Gratis on 4 Juli 2009
at 5:07 pm
jiwa amanah lahir dari sebuah proses hidup yang terus ditempa dengan pengalaman dan jiwa amanah tumbuh dari kesadaran karena sikap dari proses pencarian kebenaran ini bisa terjadi bila kita mampu meyerap ilmu yang didapat dari Agama yang dianut
mari berusaha menjaga amanah
Oleh: kawanlama95 on 4 Juli 2009
at 5:47 pm
teruslah menyimpan jiwa amanah..
karena ku yakin kamu mampu menjaganya..
Oleh: em on 4 Juli 2009
at 7:06 pm
dalam kehidupan antar sesama, bahwa setangkup harapan tak boleh dimatikan. Karena kepercayaan tak mudah tuk didapatkan namun mudah tuk dihilangkan…. Setuju banget ama kalimat ini! Nice posting (as always!)
Mas, aku ada award untuknu. Silakan diambil di blogku ya!
Oleh: Fanda on 4 Juli 2009
at 8:57 pm
amin…
ayo terus jaga amanah….
Oleh: endra on 4 Juli 2009
at 9:43 pm
Amien..malu Kang membaca tulisanmu ini..aku belum mampu memiliki jiwa yang amanah..
met Liburan A
-salam- ^_^
Oleh: Hariez on 5 Juli 2009
at 2:11 am
amiinnn.. semoga kita bisa menjadi jiwa2 amanah tsb
Oleh: emfajar on 5 Juli 2009
at 6:00 am
amin.. ya robbal ‘alamin..
waduh, nisa paling telat datangnya, A berkreasi tiap hari. mau baca2 dulu yuh.. met mudik om.. >manggil om tiru2 mbak yoan, hehe
Oleh: Nisa on 5 Juli 2009
at 7:42 am
karena jiwa yg amanah menyadari bahwa perannya ganda, yaitu sebagai abdun dan khalifah… maka mengenal Tuhannya adalah hal yg mutlak..
_salam anget_
Oleh: Acha on 5 Juli 2009
at 8:58 am
amin ya robbal alamin..
memang dengan kita mengemban amanah kita sebagai mahluk ALLAH yang paling sempurna sangatlah slit..
Tapi itulah yang harus kita jalani…
Oleh: Nafi' Abdul Hakim on 5 Juli 2009
at 9:15 am
amiiiinnnnnnnnn juga …
Oleh: newbiedika on 5 Juli 2009
at 9:54 am
jiwa yang amanah…
saat amanah telah disia-siakan…
saat urusan diserahkan bukan pada ahlinya…
maka tunggulah saatnya…
Oleh: bayu200687 on 5 Juli 2009
at 10:22 am
Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kemampuan oleh-Nya untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Salam hangat.
Oleh: racheedus on 5 Juli 2009
at 10:39 am
amin!
Oleh: Ciput Mardianto on 5 Juli 2009
at 11:37 am
hidup jiwa amanah..!!!
Oleh: Rossa on 5 Juli 2009
at 1:06 pm
Aslmkm
Semangadtttt..Allahuakbar
Oleh: Anita Dahlan on 6 Juli 2009
at 1:05 pm
amien..
kiTa pasti bisa A..
i’m suPPorT you and aLwys there
Oleh: wi3nd on 6 Juli 2009
at 1:56 pm