Wajah semakin terlihat indah saat ramah. Ketika senyum mengembang tanpa paksaan, dan tatapan bening meneduhkan. Ukiran kata bijak nan santun terukir keluar dari balik bibir. Mencerahkan, memuliakan.
Bahasa tubuh melengkapi ekspresi ketulusan. Meluluhkan keras hati tak berkawan. Sentuhan-sentuhan lembut mulai membelai jiwa, sentuhan kata merasuk sukma, sentuhan bahasa memikat jiwa. Lalu, damai pun kian terasa.
Begitulah keindahan seseorang yang pandai memuliakan orang lain. Jika kita berada didekatnya hilang semua kerisauan, lupa sudah kegalauan. Karena bercengkrama dengannya ibarat meneguk air saat kehausan, ibarat membasuh tubuh di kegersangan.
Ada maotivasi dari apa yang diungkapkan, ada energi dari apa yang disampaikan. Ada gairah positif dari gerak tubuhnya yang aktif, gerak tubuh yang lembut dan ekspresif. Ada keikhlasan, menabur bunga dengan berjuta pesona dan keharumannya.
Indah, jika kita bisa menjadi salah satunya. Seorang yang mampu memuliakan orang lain. Seseorang yang mampu meyakinkan, bahwa hakikat manusia terlahir kedunia adalah tuk menebar kebaikan.
Sahabat, sentuh hatimu dan rasakan kedamaiannya!





touch my heart and feel it..??
well i’LL try…
baha9ia ya jika bisa menjadi sepertinya,…
Oleh: wi3nd on 1 Juli 2009
at 2:01 pm
damai
Oleh: ILYAS AFSOH on 2 Juli 2009
at 7:58 pm
Sahabat seperti itu ada di balik tabir diri yg harus di bedah.
Salam.
Oleh: SanG BaYAnG on 1 Juli 2009
at 3:17 pm
Rasulullah SAW bersabda : “Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam” (HR. Muslim, No.54).
Senyum, sapa dan salam, sebenarnya sangat mudah dilakukan, tapi kadang sering kita lupakan, entah dikarenakan kesibukan atau kepenatan kita menjalani hidup. Mulai sekarang, marilah kita menebarkan senyum, sapa dan salam dengan tulus, terhadap sesama. (Dewi Yana)
Oleh: jalandakwahbersama on 1 Juli 2009
at 3:17 pm
hhmm… hanya orang2 yg mengerti bahasa kalbu aja yg mampu seperti itu

bahasa yg tidak hanya dituturkan dengan deretan kata, tapi lebih dari itu, bahasa murni dari jiwa suci yg sanggup menebar kasih sayang ke semua makhluk-Nya
c u…
Oleh: faza on 1 Juli 2009
at 4:16 pm
hmm ic nice story brother menjadi manusia yang memuliakan hehehe salam kenal
Oleh: Juliawan on 1 Juli 2009
at 4:39 pm
betul sobat…
indahnya kalau semua manusia di dunia berlaku seperti itu…
Oleh: geRrilyawan on 1 Juli 2009
at 4:58 pm
apalah artinya kita, tanpa adanya mereka. ayo, jangan berhenti berbuat baik bagi sesama
Oleh: guskar on 1 Juli 2009
at 5:45 pm
Tebarkan keindahan dari lubuk jiwa yg teduh dan penuh kasih…. Salam hangat selalu sobat…
Oleh: Hary4n4 on 1 Juli 2009
at 5:48 pm
Semoga kita termasuk orang2 yang bisa memuliakan orang lain. Amin
Oleh: siwi on 1 Juli 2009
at 6:24 pm
Dan..tebarkan senyum dan kedamaian walaupun “hanya” melalui blog…
Sudahkah kita memuliakan orang hari ini?
Salam
Oleh: Stop Dreaming Start Action on 1 Juli 2009
at 6:52 pm
itu tugas kita ya A, InsyaAllah..
semoga kita selalu dialiri dayaNYA untuk saling memuliakan, amiin
Oleh: nakjaDimande on 1 Juli 2009
at 8:12 pm
sudah habis qu baca semua a’.. walau tak sanggup tinggalkan jejak disetiap tulisan a’ achoey…
*maklum kunjungan tdk bisa sering2
seseorang akan diperlakukan dengan mulia,, apabila ia bisa memperlakukan orang lain dengan cara yang mulia pula.. hukum timbal balik,, tapi benar adanya… seperti postingan a’ diatas…
buat qu contoh nyata manusia yang paling mulia dimuka bumi Allah adalah Rasulullah saw… musuhpun memuliakan beliau..
Oleh: wanti annurria on 1 Juli 2009
at 8:21 pm
idah terlihat saat kita memuliakan orang lain.
somoga kita selalu bisa memuliakan orang lain.
Oleh: endra on 1 Juli 2009
at 9:16 pm
terkadang sebuah arti persahabatan yang abadi itu sangat mahal…..
tapi kembali lagi kepada kodrat hidup kita,kalau manusia itu gak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain….semoga saya bisa menjadi sahabat kecil dari hati kang achoey yaaa…
salam mercu
Oleh: bhejho4060 on 1 Juli 2009
at 10:07 pm
*lirik semua comment di atas* semuanya bertutur kata dengan penuh rasa.. apalagi sang Empu pemilik rumah ini… aku malu belum mampu berbuat seperti yang kau tuturkan Kang…
-salam- ^_^
Oleh: Hariez on 1 Juli 2009
at 10:57 pm
apalagi ketika kita memuliakan ortu kita…
ada yang kurang dalam rentang persahabatan ktia selama ini mas yaitu belum tukeran link….
Oleh: omiyan on 2 Juli 2009
at 8:01 am
mulailah dari apa yang kita bisa lakukan … sekecil apapun itu … mungkin sekedar tegur sapa ataupun senyuman …
terkadang kita ini sulit sekali untuk sekedar tersenyum kepada orang lain … apa yang ada pada orang lain itu sehingga diri kita hanya dapat menampilkan wajah masam atau kerutan di kening? bukankah dengan begitu kita sudah membuat diri kita sendiri dalam kesusahan? … maka marilah mulai dari yang paling ringan … ya paling ringan … tersenyumlah … tampilkan keindahan … semoga sekeliling kita pun turut dapat membahagiakan …
Oleh: nomercy on 2 Juli 2009
at 8:06 am
ternyata… tujuan hidup manusia adalah untuk mempertahankan kemuliaan yg diberikan oleh-Nya ..
_salam anget_
Oleh: Acha on 2 Juli 2009
at 8:43 am
siapapun mau mas menjadi manusia mulia…mohon ijin untuk nge link mas
———————————————————————–
yup. saya link juga
Oleh: kabariberita on 2 Juli 2009
at 2:41 pm
“bercengkrama dengannya ibarat meneguk air saat kehausan, ibarat membasuh tubuh di kegersangan.”
Semoga aku bisa menjadi seperti itu bagi sahabat2ku…Indahnya bila makin banyak org yg mampu melakukannya!
Oleh: Fanda on 2 Juli 2009
at 9:25 pm