Beberapa hari belakangan ini waktuku teralokasikan sebagian tuk menjawab beberapa pertanyaan para mahasiswi yang melakukan penelitian. Mereka terbagi tiga, yang pertama adalah beberapa mahasiswi dari Univ. Pakuan, yang kedua mahasiswi IPB dan yang terakhir mahasiswi UGM. Mahasiswi dari Univ. Pakuan dan UGM melakukan penelitian di Lembaga Pendidikan yang kami kelola, sementara mahasiswi dari IPB melakukan penelitian di kedai sederhana kami.
Aku tersenyum sendiri melihat apa yang mereka lakukan. Aku teringat masa lalu saat aku berada di posisi mereka. Paling sebel kalau pihak perusahaan tidak kooperatif sehingga menyulitkan penelitian yang merupakan tugas kuliah itu. Maka aku berusaha sekooperatif mungkin dengan mereka. Saking kooperatifnya, bahkan ada mahasiswi yang nekad mengajukan pertanyaan susulan via SMS, ehm.
Ku coba ingat kembali pada kondisi sekitar 3 tahun lebih 9 bulan yang lalu. Saat aku diminta seseorang tuk membuktikan kemampuanku dengan membantunya tuk merintis sebuah lembaga pendidikan. Karena tantangan ini akhirnya kutinggalkan kondisi nyaman di Cikarang tuk merantau ke Cibinong. Beberapa teman menyayangkan keputusanku, tapi aku tetap melakukannya. Entahlah, sejak semula aku memang tak benar-benar berniat tuk selamanya bekerja di perusahaan orang. Aku hanya ingin mengukur kemampuanku saja, apakah kontribusikuku itu berdampak atau tidak pada perusahaan yang menjadikanku bagiannya.
Alhamdulillah lembaga pendidikan yang kukelola di tahun pertama menjadi fenomena. Mungkin karena sebagai cabang waralaba jadi tidak terlalu sulit mengenalkan brand pada masyarakat. Ah tidak juga, beberapa cabang waralaba lain malah terpaksa gulung tikar di tahun-tahun awalnya.
Kondisi ini ternyata berdampak padaku. Saat pimpinan-pimpinan cabang seluruh Indonesia diundang ke pusat, aku termasuk salah satunya. Aku memang bukan kepala cabang, karena di atas kertas, ownerlah pemangku jabatan tersebut.
Hehehehe, aku nyaris minder di sana. Karena aku adalah paling kurus dan paling muda di antara lingkaran meja besar itu. Tapi aku tetap duduk tegak, bukankah yang muda yang berkarya itu jauh lebih hebat.
“Wah Pak, saya kira Bapak itu sudah seumuran kami, ternyata masih muda toh.” Ya itulah kurang lebih ucapan hangat seorang Kepala Cabang dari salah satu cabang di luar Jawa yang baru kali ini bisa kopdar denganku. Aku garuk-garuk kepala dan tersenyum dengan polosnya. “Maaf jika aku telah menipu kalian” gumamku dalam hati.
Beberapa Kepala Cabang yang rata-rata sekaligus owner itu malah mintaku menjadi bagian dari timnya. Sempat ada yang menyuruhku memilih, aku mau megelola cabang mana yang dimilikinya. Bahkan ada yang bilang kalau aku harusnya milik pusat saja, yang bertugas keliling ke cabang-cabang dari Sumatera hingga Papua (ehm Papua dah ada belum ya). Ah ogah ah, aku kan takut naik pesawat terbang (tuh kan buka-buka rahasia).
Ehm, aku pun kembali tersenyum, di sini pun aku tak berpikir untuk selamanya. Sesuatu yang lain telah menunggu total kiprahku. Ini adalah jalanku, dan banyak yang menganggapku aneh, seperti halnya ayahku. Tapi kini ayah mulai pahami caraku nikmati perjalanan ini.
Alhamdulillah atas apa yang Allah limpahkan padaku. Andai pun kelak ku kaya, bukan berarti harus kutinggalkan jalan sahaja. Karena dalam kesederhanaan, ada hati yang nyaman. Ah, aku menikmatinya.





yang muda yang berkarya
manfaatkan masa muda sebelum tua
Oleh: arifromdhoni on 12 Juni 2009
at 12:35 pm
sobat,
ilyas afsoh suka gaya pamer Anda.
Oleh: ILYAS AFSOH on 13 Juni 2009
at 3:40 am
mengelola lembaga pendidikan juga, kang?
*baru tahu, hehe*
Oleh: arifromdhoni on 12 Juni 2009
at 12:36 pm
salut neh buat kang achoey
ehmm….. masa muda masa penuh kreativitas kang
Oleh: afwan auliyar on 12 Juni 2009
at 1:00 pm
Kamana Wae…………ga mampir-mampir???
Oleh: dedisuparman on 12 Juni 2009
at 1:13 pm
Salut
Terus berkarya ya Ak
Oleh: Eka Situmorang-Sir on 12 Juni 2009
at 1:20 pm
sayangnya, para orang “tua” masih ngotot saja ingin menjadi kepala suku. nyatanya, anak muda jauh lebih mampu dan kreatif : YOUNG ON TOP
Oleh: guskar on 12 Juni 2009
at 1:24 pm
ngomentarin foto…
Makin narsis aja yah, hehehehehe
Salam bro…..
—————————————————————–
wakakak
kau yg dilihat malah fotonya
Oleh: indra1082 on 12 Juni 2009
at 1:57 pm
kang achoy salam kenal yaaa
komennya di blog saya ada yang ga bener loch hehehe
sukses yaaa
———————————————————————–
Oh ya
Yayaya, silakan main ke MJ
Oleh: suci on 12 Juni 2009
at 2:08 pm
intinya apa choey…?
Oleh: Wempi on 12 Juni 2009
at 2:21 pm
keren
Oleh: Cak Win on 12 Juni 2009
at 2:37 pm
Perjalanan ini terasa sangat menyenangkan…. *ebit edited version*
Oleh: ontohod on 12 Juni 2009
at 2:51 pm
*serahkan tiket garuda indonesia
Oleh: antown on 12 Juni 2009
at 3:31 pm
A pengembara.. hanya singgah sebentar
dan terus berjalan sampai di terminal terakhir..
Oleh: nakjaDimande on 12 Juni 2009
at 4:37 pm
maju terus ka… syukuri semua yang ada..
wee, ketauan takut naek pesawat, hooho
Oleh: arikaka on 12 Juni 2009
at 4:53 pm
saya suka kutipan yang ini mas “yang muda yang berkarya itu jauh lebih hebat”.
yup. kadang saya merasa minder kalau saja tidak ingat ungkapan ini. orang-orang muda memang sudah saat tampil ke depan. go..go
Oleh: SQ on 12 Juni 2009
at 6:05 pm
Mas Achoey.. Tadi aku bagi-bagi hadiah buat pemberi komentar terbanyak diblogku. Blog mas achoey adalah salah satunya. Maen ya mas ke blogku biar bisa ngambil hadiahnya kalo mas mau.
Oleh: CatatanRudy.com on 12 Juni 2009
at 8:30 pm
“yang muda , yang berkarya” sangat bijak kang..wahhh ternyata hoby kita sama kang, takut ketinggian yahh… hehehe
-salam- ^_^
Oleh: Hariez on 12 Juni 2009
at 8:38 pm
anda sangat hebat, kapan saya bisa seperti anda? mengambil suatu keputusan yang bijak..
Oleh: thepenks on 12 Juni 2009
at 8:56 pm
kapan kita berkarya bareng lagi seperti dt4 bunda menik kmrn ?
Oleh: masmoemet on 12 Juni 2009
at 9:53 pm
” Dalam kesederhanaan, ada hati yang nyaman ”
aku suka banget dgn ungkapan ini sobat….
Salam hangat dan…sukses selalu yaa Kang…
Oleh: Hary4n4 on 12 Juni 2009
at 10:39 pm
yang muda usianya.., ilmunya…? hehehheeeeeeee, sukses sobat.
Oleh: jiwakelana on 12 Juni 2009
at 11:26 pm
aktif sekali memang kang achoey ini bah..saluut
Oleh: okta sihotang on 13 Juni 2009
at 1:44 am
semoga jalan yang saya pilih (di dunia pendidikan) sekarang juga bisa dimengerti sama orang2 yang merasa “aneh”. saya jadi pengen kaya mas achoey….(*semoga bisa!)
Oleh: Irfan on 13 Juni 2009
at 5:56 am
terus semangat kang achoey…..
Oleh: yangputri on 13 Juni 2009
at 9:58 am
hayyoh smangaaaat, lawan rasa phobia mu kak, demi masa depanmu
Oleh: Amel on 13 Juni 2009
at 10:02 am
masih ada 1 etape lagi…
hhmm…??
Oleh: em on 13 Juni 2009
at 10:03 am
tulisan pada paragrap terakhirnya bagus Yuli suka sekali. salut dah sama Aa ini calon orang sukses
Oleh: orangefloat on 13 Juni 2009
at 11:43 am
selamat berkarya terus
dan
sukses selalu
Oleh: Acha on 13 Juni 2009
at 12:06 pm
twothumb..
Oleh: wi3nd on 13 Juni 2009
at 4:33 pm
hebat bro … salut diriku padamu …
memang terkadang apa yang kita inginkan dan impikan tidak selamanya sejalan dengan pikiran orang lain … tinggal bagaimana prosesnya dan keteguhan hati saja yang dapat menemani perjalanan untuk itu …
Oleh: nomercy on 13 Juni 2009
at 4:37 pm
weits ternyata takut naik pesawat ya A.. ayook dilawan rasa takutnya supaya bisa melanglang buana
Oleh: Ade on 17 Juni 2009
at 5:26 am
semangat terus kang
Oleh: 1nd1r4 on 17 Juni 2009
at 9:14 am