Sayangi Buah Hati tak Hanya dengan Materi

Perempuan itu mengungkapkan permasalahannya, dan kini menunggu giliranku untuk memberikan masukan. Aku tersenyum terlebih dulu, baru setelah itu kusampaikan padanya, rangkaian kata yang semoga menjadi solusi.

Aku memang tidak bermaksud menyalahkan perempuan tersebut, aku hanya mencoba menyadarkannya bahwa ada yang salah selama ini. Seorang anak tidak cukup akan merasa dekat dengan kita ketika kita mampu untuk memanjakannya secara materi. Tak cukup hanya dengan limpahan kemegahan fasilitas, tak cukup dengan uang jajan yang banyak, jadi jelas tak cukup jika kita hanya mengandalkan harta untuk menjadikannya benar-benar akrab dengan kita.

Tidakkah kita tahu  bahwa anak kita adalah sosok yang jauh lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Seorang anak dalam hidupnya adalah menjalankan proses belajar. Dia akan belajar dari apa yang kita lakukan. Maka bersikap santun dan lembutlah padanya, berikan perhatian dan kasih sayang seoptimal mungkin. Ya, karena dengan itu mereka akan melakukan hal yang sama pada kita, pada sesamanya.

Salah jika di saat pertemuan yang terbatas antara kita dengan anak, kita hanya membuatnya terluka dengan memarahinya. Dengan menyebutkan bahwa mamah dan papah bekerja dari pagi pulang malam itu semua demi kebahagiaanmu, anakku. Kita marah ketika melihat anak kita susah diatur, marah karena anak kita cuek pada kita. Coba kita berintrofeksi, sudahkah kita memberikan keutuhan cinta pada buah hati kita? Sudahkah kita menjadi sosok terdekat dalam hidupnya? Sehingga anak kita bisa menjadi seperti apa yang kita harapkan.

Entah sudah berapa ibu dan ayah yang mengeluh padaku tentang kasus yang serupa, dan aku selalu berusaha untuk memberikan mereka masukan terbaik. Meski sebenarnya, aku sedang belajar dari permasalahan mereka dan dengan itu aku bisa menyimpulkan solusinya. Tapi alhamdulillah, seringkali ada perbaikan keadaan yang mereka kabarkan. Padahal mereka tahu, aku hanya pandai bicara dan belum mempraktekannya.

Mari, menjadi orang tua yang mampu dengan utuh mengekspresikan cinta terhadap buah hatinya. Yakin bisa!

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
This entry was posted in Hikmah dan Motivasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Sayangi Buah Hati tak Hanya dengan Materi

  1. DIAJENG says:

    Assalamualaikum :) ngenterin makan siang dulu nich :)

  2. DIAJENG says:

    dukungan memang sangat diperlukan..kasih sayang itu terkadang melebihi materi…harganya tidak terkirakan.. :)

  3. Sedih saya baca posting ini. Orang tua saya ndak pernah perhatikan apa yang paling saya inginkan.

  4. tuyi says:

    Sayangi dengan hati Mas…? tidak hanya materi :P

  5. Pencerah says:

    Didiklah anak dengan nilai, jgn dgn materi

  6. dhilacious says:

    huufftt..
    tapi saya sbagai anak, lebih suka materi tuuuuh..
    hahahhahah. :-)

  7. Chic says:

    oooh kang achoey sekarang jadi konsultan psikolog gitu? :mrgreen:

  8. senoaji says:

    anak bisa jadi sumber inspirasi

  9. abula45 says:

    Artekel yang keren, evaluatif, dan memotivasi.
    Anak (buah hati), bagi Saya adalah amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari Illahi.
    Mudah-mudahan kekuatan senantiasa menyertai dlm mengemban amanah dan kepercayaan tersebut.

    Btw, blognya keren dan artikelnya keren-keren, mantaaaap.

    Salam kenal, dan sukses untuk Anda.

  10. ria manies says:

    Mari, menjadi orang tua yang mampu dengan utuh mengekspresikan cinta terhadap buah hatinya. Yakin bisa! ===> Semoga aku annti bisa menjadi ibu yang mampu memberikan kasih sayang kepada anak2 ku, buah hatiku

  11. heheh……postingannya asyik banget tuk mengingatkan kita yah,sobat
    salam hangat selalu

  12. ya, ya, saya sepakat banget dg mas achoey. menyayangi dan memperhatikan anak tak cukup dg materi. justru yang lebih utama adalah bagaimana ortu membangun komunikasi secara intens sehingga anak2 benar2 mendapatkan limpahan perhatian dan kasih sayang.

  13. yessymuchtar says:

    materi itu bisa habis….dan tak akan di bawa mati…apa kabar kang :)

  14. kawanlama95 says:

    mas pasti kalo komentnya tentang materi pasti kayanya materi disalahkan.ada juga lhoh kawanlama aku sering diberi materi sampai saat ini justru lebih mandiri.coba aja situ atau siapa saja kasih aja ke aku materi yang berlimpah .insya Allah akan aku jaga dan kupergunakan dengan bijak.Yang baca ini silahkan kalo ada yang kasih materi.

  15. zoel says:

    ya kang.. tar klau punya anak saya terapkan :D

  16. DIAJENG says:

    Siang kang :) udah waktunya mam siang :)

  17. silmikaffa says:

    Sama, kang Achoey, postingan saya kali ini juga ttg buah hati :)
    Boleh Copy postingan antum ya, buat koleksi…nuhun :D

  18. wah, sudah cocok jadi papa :)

  19. d3ptzz says:

    alhamdulillah, orang tua saya bisa seimbang diantara keduanya. baik materiil maupun non materi. kebahagiaan memang tidak bisa dinilai dengan uang..

  20. Upik says:

    Postingan yang bagus mas.. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk anak2 kita.. Terbaik memang tidak selalu diukur dengan materi.. Hiks, kenapa tiba2 aku jadi sedih ya?

  21. kucingkeren says:

    kang… buka konsultasi ajah… khusus ibu2.. hehe

  22. wi3nd says:

    materi taK bisa menyeleseaikan masalah..
    kasih sayan9 dan perhatian tuLus adalah kuci jawabanna,

    duch..napa para oran9 tua nda n9erti yaaa,,, ehhehheh

  23. 1nd1r4 says:

    Banyak ortu merasa memberi materi akan membahagiakan anak secara lahir dan batin sehingga mengabaikan hal2 yg lebih penting seperti perhatian dan peningkatan akhlaq. Semoga nanti kita bisa menjadi ortu yg bijak ya kang, amien :)

  24. Ririn says:

    Hanya bisa berkaca-kaca membacanya…
    Teringat akan murid2ku yg lucu yg hanya bs bersua dgn ayah dan bundanya malam sebelum tidur dan pagi sblm ngantor….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s