Perempuan itu mengungkapkan permasalahannya, dan kini menunggu giliranku untuk memberikan masukan. Aku tersenyum terlebih dulu, baru setelah itu kusampaikan padanya, rangkaian kata yang semoga menjadi solusi.
Aku memang tidak bermaksud menyalahkan perempuan tersebut, aku hanya mencoba menyadarkannya bahwa ada yang salah selama ini. Seorang anak tidak cukup akan merasa dekat dengan kita ketika kita mampu untuk memanjakannya secara materi. Tak cukup hanya dengan limpahan kemegahan fasilitas, tak cukup dengan uang jajan yang banyak, jadi jelas tak cukup jika kita hanya mengandalkan harta untuk menjadikannya benar-benar akrab dengan kita.
Tidakkah kita tahu bahwa anak kita adalah sosok yang jauh lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Seorang anak dalam hidupnya adalah menjalankan proses belajar. Dia akan belajar dari apa yang kita lakukan. Maka bersikap santun dan lembutlah padanya, berikan perhatian dan kasih sayang seoptimal mungkin. Ya, karena dengan itu mereka akan melakukan hal yang sama pada kita, pada sesamanya.
Salah jika di saat pertemuan yang terbatas antara kita dengan anak, kita hanya membuatnya terluka dengan memarahinya. Dengan menyebutkan bahwa mamah dan papah bekerja dari pagi pulang malam itu semua demi kebahagiaanmu, anakku. Kita marah ketika melihat anak kita susah diatur, marah karena anak kita cuek pada kita. Coba kita berintrofeksi, sudahkah kita memberikan keutuhan cinta pada buah hati kita? Sudahkah kita menjadi sosok terdekat dalam hidupnya? Sehingga anak kita bisa menjadi seperti apa yang kita harapkan.
Entah sudah berapa ibu dan ayah yang mengeluh padaku tentang kasus yang serupa, dan aku selalu berusaha untuk memberikan mereka masukan terbaik. Meski sebenarnya, aku sedang belajar dari permasalahan mereka dan dengan itu aku bisa menyimpulkan solusinya. Tapi alhamdulillah, seringkali ada perbaikan keadaan yang mereka kabarkan. Padahal mereka tahu, aku hanya pandai bicara dan belum mempraktekannya.
Mari, menjadi orang tua yang mampu dengan utuh mengekspresikan cinta terhadap buah hatinya. Yakin bisa!





Assalamualaikum
ngenterin makan siang dulu nich
dukungan memang sangat diperlukan..kasih sayang itu terkadang melebihi materi…harganya tidak terkirakan..
Sedih saya baca posting ini. Orang tua saya ndak pernah perhatikan apa yang paling saya inginkan.
Sayangi dengan hati Mas…? tidak hanya materi
Didiklah anak dengan nilai, jgn dgn materi
huufftt..
tapi saya sbagai anak, lebih suka materi tuuuuh..
hahahhahah.
oooh kang achoey sekarang jadi konsultan psikolog gitu?
anak bisa jadi sumber inspirasi
Artekel yang keren, evaluatif, dan memotivasi.
Anak (buah hati), bagi Saya adalah amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari Illahi.
Mudah-mudahan kekuatan senantiasa menyertai dlm mengemban amanah dan kepercayaan tersebut.
Btw, blognya keren dan artikelnya keren-keren, mantaaaap.
Salam kenal, dan sukses untuk Anda.
Mari, menjadi orang tua yang mampu dengan utuh mengekspresikan cinta terhadap buah hatinya. Yakin bisa! ===> Semoga aku annti bisa menjadi ibu yang mampu memberikan kasih sayang kepada anak2 ku, buah hatiku
heheh……postingannya asyik banget tuk mengingatkan kita yah,sobat
salam hangat selalu
ya, ya, saya sepakat banget dg mas achoey. menyayangi dan memperhatikan anak tak cukup dg materi. justru yang lebih utama adalah bagaimana ortu membangun komunikasi secara intens sehingga anak2 benar2 mendapatkan limpahan perhatian dan kasih sayang.
materi itu bisa habis….dan tak akan di bawa mati…apa kabar kang
mas pasti kalo komentnya tentang materi pasti kayanya materi disalahkan.ada juga lhoh kawanlama aku sering diberi materi sampai saat ini justru lebih mandiri.coba aja situ atau siapa saja kasih aja ke aku materi yang berlimpah .insya Allah akan aku jaga dan kupergunakan dengan bijak.Yang baca ini silahkan kalo ada yang kasih materi.
ya kang.. tar klau punya anak saya terapkan
Siang kang
udah waktunya mam siang
Sama, kang Achoey, postingan saya kali ini juga ttg buah hati
Boleh Copy postingan antum ya, buat koleksi…nuhun
wah, sudah cocok jadi papa
alhamdulillah, orang tua saya bisa seimbang diantara keduanya. baik materiil maupun non materi. kebahagiaan memang tidak bisa dinilai dengan uang..
Postingan yang bagus mas.. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk anak2 kita.. Terbaik memang tidak selalu diukur dengan materi.. Hiks, kenapa tiba2 aku jadi sedih ya?
kang… buka konsultasi ajah… khusus ibu2.. hehe
materi taK bisa menyeleseaikan masalah..
kasih sayan9 dan perhatian tuLus adalah kuci jawabanna,
duch..napa para oran9 tua nda n9erti yaaa,,, ehhehheh
Banyak ortu merasa memberi materi akan membahagiakan anak secara lahir dan batin sehingga mengabaikan hal2 yg lebih penting seperti perhatian dan peningkatan akhlaq. Semoga nanti kita bisa menjadi ortu yg bijak ya kang, amien
Hanya bisa berkaca-kaca membacanya…
Teringat akan murid2ku yg lucu yg hanya bs bersua dgn ayah dan bundanya malam sebelum tidur dan pagi sblm ngantor….