Sang Jaka memutar film masa silam. Dia melihat beribu wajah di sana. Dan secara garis besar wajah-wajah itu terbagi ke dalam dua kelompok besar.
Kelompok yang pertama menganggap rendah Sang Jaka, menganggap sesat Sang Jaka dan menganggap bodoh Sang Jaka. Maka dari kelompok ini bermunculanlah nasihat, teguran bahkan cacian. Sang Jaka tersenyum melihat itu, bersyukur karena masih ada yang mengingatkan, tapi saat semuanya berlebihan kadang Sang Jaka merasa kasihan melihat mereka yang dengan semangat merangkai dosa atas semua prasangka buruk yang dituduhkan.
Kelompok yang kedua justru sebaliknya. Mereka menganggap hebat Sang Jaka, menganggap soleh Sang Jaka, dan menganggap cerdas Sang Jaka. Dari kelompok inilah dia mendapatkan pujian, dan merekalah yang selalu berharap banyak mendapat masukan dari Sang Jaka. Sang Jaka bersyukur atas karunia Tuhan yang telah menutup aib-aibnya, tapi Sang Jaka juga gemetar ketakutan, takut suatu waktu pakaian kesombongan perlahan melekat di tubuhnya.
Saat film itu usai sudah, Sang Jaka kembali bermuhasabah. Sebenarnya dia ini siapa. Tapi yang Sang Jaka tahu benar adalah bahwa dia takkan mampu untuk menyamakan persepsi orang lain padanya. Tugas dia hanyalah bagaimana dia mampu megoptimalkan kebaikan dan meminimalisir kesalahan, dari hari ke hari sepanjang jalan kehidupan.





Persepsi sama halnya dengan paradigma= pendapat seseorang yang didasarkan pada kemampuan mereka dalam menilai sesuatu.
Karena kemampuan tiap orang berbeda, maka persepsi atau paradigma orang juga berbeda-beda
Siapakah Sang Jaka? Dialah Aa Achoy yang insya Allah bakal segera jadi Sang Suami atau Sang Bapak. Bos, aku link ya blogmu.
kisah nyata ini yah..
Photo Sang Jaka… keyen euy…
memang tugs manusia hanya menyampaikan, bukan menyamakan persepsi
hah sang jaka itu Aa Choey yach…wah mau nikah kang ? waduuh selamat yach…kapan? undangannya harus nyampe yach…hehehe
Di jakarta ndak sih ?
dan persepsi ke tiga dariku :
sang pengamat
//
super.
semangat
..
yah, dibuat sebagai cermin aja untuk ditindaklanjuti mau kemana langkah selanjutnya??
eh mau kemana? mw diboncengin ga?
*gaya tukang ojek mencari penumpang*
sang jaka kapan dapet istri?
heuheueheu
Kang, setiap orang khan punya kelebihan dan kekurangan khan…
Kesempurnaan khan milik yang di Atas
Kalo ini kisah nyata, untuk kelompok pertama ya kita doakan aja, pasti ada waktunya koq mereka akan tau dan mereka pasti akan malu sendiri karena perkiraan mereka salah.
Nah untuk kelompok kedua ya kita doakan juga supaya penilaian mereka ngga berubah dan kita juga musti tau diri jangan sampe jadi sombong
Diantara kelebihan dan kekurangan manusia yg trpenting diperhatikan adalah kelemahannya karna ini sering jadi jalan keluar dari masalah kelebihan dan kekurangan.
Hiks.. hiks.. so sweet like bubble gum
siapakah yang menjadi jakanya kang…..heheheheh kayaknya si kacep kang achoey yah….wah gag tahu kang kapan mau ngumpul di ciamis,soalnya saya juga baru nih buat blognya kang, mau di buat kelompoknya kah kang di ciamis? jadiin dech saya dukung menjadi bloger ciamis……
hidup… kehidupan…
Kata Aa’Gym… hanya diri ini sendiri yang tahu.. siapa + bagaimana jati diri sesungguhnnya… ini pun masih diembel-embeli lagi…jika kita mau jujur…
Ya memang kok Maz akan ada 2 pandangan..
namun tetap saja Pilihan Sang Jaka adalah pilihan yang baik karena bisa dipertanggungjawabkan…
Salam Bocahbancar….
http://bocahbancar.wordpress.com/2009/02/12/takut-menjadi-presiden/
persepsi ku.. tetap ku usahakan baik terhadap siapapun..
walo pun yang kusangkakan baik itu…
adalah hal yang berniat tak baik padaku..
Naif memang..
aku menghindar dari sikap & sifat su’uzon..
(sokseriuss.com)
saya juga bingung pilih yg mana
soalnya belum ada yg bisa dipilih
ya be9itulah hidup A..
setiap oran9 mempunyai cara pandan9 yan9 berbeda,
tapi dari suduT pandan9 yan9 berbeda itulah kita bisa bercermin untuk semakin men9oreksi diri..
keeP istiQomah A..
seperti mata uang yang memiliki dua sisi,
.
di sisi mana anda berada saat ini ?
blue datang lagi,kawan
salam hangat selalu
Wuah.. sepertinya saya akrab dengan kisah ini sobat.. mm.. kita memang perlu ketemu kayaknya kang
geting better day by day!.. sipp kang!
Ya… memang kita gak kan bisa membuat semua orang sepaham dengan kita, setuju dengan tindak tanduk kita, walau pun pada hal yang kita anggap benar.
Manusia memang begitu. Pasti punya sisi buruk dan sisi baik. Apalagi penilaian masing-masing orang itu tidak sama.
blogwalking nih. HEHEHEH. good posting.
main2 ke blog gw juga ya..
emang kritikan dari orang laen perlu didengerin … tapi tetep musti ada filternya juga kan kang… perlu dipilah dan dipilih
… yang penting kita berusaha berubah ke arah yang lebih baek…
btw…
kang link yg di blog carra kuedit ke sini aja ya… yg satunya udah ga aktif lagi ya..??
selalu ada dua sisi pandangan yang berbeda tinggal kita memilih atau tetap menjadi diri kita sendiri
Kita tampak baik oleh orang lain karena Allah Swt. menutupi segala aib dan keburukan kita, Dan kita tampak buruk oleh orang lain karena Allah Swt. membukakan segala aib dan keburukan kita ke orang lain.
Artikel diatas mirip dengan apa yang dialami oleh para artis-artis yang memainkan peran protagonis nan baik tapi dalam kehidupan nyata bisa jadi mereka berbeda jauh. Seperti itulah dunia, panggung drama yang diseliputi oleh topeng-topeng kepalsuan.
ketika kita bermaksud untuk berhubungan lebih dekat dengan seseorang maka kita akan mulai menilai diri kita dan juga orang tersebut. jika kita terlalu lama bermain-main dengan permainan kita ini maka hubungan yang terjalin akan terus di pengaruhi oleh sakwasangka terhadap diri kita dan juga orang tersebut.
kalau saya sih lebih baik tidak menghakimi diri sendiri dan juga orang lain akan tetapi berdiri di tempat dimana keinginan untuk tidak menyakiti orang lain lebih kuat.
pada intinya biarlah orang lain yang menilai..
apapun persepsi mereka, yang pasti ada landasannya,
perbedaan persepsi membuat dunia semakin berwarna,
positif thingkin dan jadilah orb
“ORang Bijak”
ya, semoGa menjadikaN kita lebih dewasa aja yacH..
persepsi orang sebenarnya hanya untuk membangun diri kita…penentu kita mau kemana, dan mau jadi apa adalah kita sendiri…semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik..amin ^_^
Filmnya mnjdi inspirasiku untuk memutar film masa silamku…
Diantara 2 persepsi itulah kita lalu tersadar ttg hakekat manusia biasa..
Manusia biasa kawan, itulah kita
nah itu dia kang saya mah baru di ciamis, jadi untuk para blogger ciamis saya belum begitu mengenal
Begitulah hidup kak, Alloh membaginya dengan seimbang, ada sisi baik dan sisi buruk, semua sudah diatur dari sana
kakak, sehat kan?
ternyata di dunia ini ga ada yg lebih dari yang laen artinya manusia harus mengerti dirinya sendiri alias tidak perlu sombing
Minggu2…ngantuk euy..brkunjung ah ke rumah kang achoy..sapa tahu dikasih juz,hehe
DIAJENG
http://www.diaajeng.wordpress.com
Aih ga nge’link yg td ya..ulang..ulang ah..tes..tes..he5
Biar hetrix ah skali lg…makan..makan..makan..:)
betul kang, kita tidak bisa menyamakan persepsi orang tapi persepsi orang terbangun dari bagaimana kita tampil
betullll…
kita tidak bisa mengandalkan orang utk mengikuti apa yang kita harapkan..
kita hanya bisa melakukan yang terbaik..
semoga minggunya menyenangkan ya,bang
salam hngat selalu dari blue
siang……….:) waktunya lunch kang
eh gimana kabar kang jaka (*uhm…pura-pura nanya ah…)
tergantung dari sudut pandang mana melihatnya.
betul?
pa cabar boz.
salam hangat selalu
Aku masuk kelompok ketiga aja deh. Salah satu orang yang rajin baca tulisan sang Jaka heheheh..
Btw, foto di fesbuk-nya ga kuku.. hihi..
lhn ko nikah kaPAN KANG ko abdi br tau tau cuman gosip:-)
afwan ni lama ga mampir lagi mls
salamnya buat kang jaka
miss u janda