Dua Sisi Persepsi

Sang Jaka memutar film masa silam. Dia melihat beribu wajah di sana. Dan secara garis besar wajah-wajah itu terbagi ke dalam dua kelompok besar.

Kelompok yang pertama menganggap rendah Sang Jaka, menganggap sesat Sang Jaka dan menganggap bodoh Sang Jaka. Maka dari kelompok ini bermunculanlah nasihat, teguran bahkan cacian. Sang Jaka tersenyum melihat itu, bersyukur karena masih ada yang mengingatkan, tapi saat semuanya berlebihan kadang Sang Jaka merasa kasihan melihat mereka yang dengan semangat merangkai dosa atas semua prasangka buruk yang dituduhkan.

Kelompok yang kedua justru sebaliknya. Mereka menganggap hebat Sang Jaka, menganggap soleh Sang Jaka, dan menganggap cerdas Sang Jaka. Dari kelompok inilah dia mendapatkan pujian, dan merekalah yang selalu berharap banyak mendapat masukan dari Sang Jaka. Sang Jaka bersyukur atas karunia Tuhan yang telah menutup aib-aibnya, tapi Sang Jaka juga gemetar ketakutan, takut suatu waktu pakaian kesombongan perlahan melekat di tubuhnya.

Saat film itu usai sudah, Sang Jaka kembali bermuhasabah. Sebenarnya dia ini siapa. Tapi yang Sang Jaka tahu benar adalah bahwa dia takkan mampu untuk menyamakan persepsi orang lain padanya. Tugas dia hanyalah bagaimana dia mampu megoptimalkan kebaikan dan meminimalisir kesalahan, dari hari ke hari sepanjang jalan kehidupan.

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
This entry was posted in Hikmah dan Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

51 Responses to Dua Sisi Persepsi

  1. Pencerah says:

    Persepsi sama halnya dengan paradigma= pendapat seseorang yang didasarkan pada kemampuan mereka dalam menilai sesuatu.
    Karena kemampuan tiap orang berbeda, maka persepsi atau paradigma orang juga berbeda-beda

  2. Siapakah Sang Jaka? Dialah Aa Achoy yang insya Allah bakal segera jadi Sang Suami atau Sang Bapak. Bos, aku link ya blogmu.

  3. emfajar says:

    kisah nyata ini yah..

  4. cenya95 says:

    Photo Sang Jaka… keyen euy…

  5. memang tugs manusia hanya menyampaikan, bukan menyamakan persepsi :)

  6. DIAJENG says:

    hah sang jaka itu Aa Choey yach…wah mau nikah kang ? waduuh selamat yach…kapan? undangannya harus nyampe yach…hehehe :)

  7. DIAJENG says:

    Di jakarta ndak sih ?

  8. ILYAS ASIA says:

    dan persepsi ke tiga dariku :
    sang pengamat
    //
    super.
    semangat
    ..

  9. olvy says:

    yah, dibuat sebagai cermin aja untuk ditindaklanjuti mau kemana langkah selanjutnya??
    eh mau kemana? mw diboncengin ga? :)
    *gaya tukang ojek mencari penumpang*

  10. fanz says:

    sang jaka kapan dapet istri?
    heuheueheu

  11. Retie says:

    Kang, setiap orang khan punya kelebihan dan kekurangan khan…
    Kesempurnaan khan milik yang di Atas :D

    Kalo ini kisah nyata, untuk kelompok pertama ya kita doakan aja, pasti ada waktunya koq mereka akan tau dan mereka pasti akan malu sendiri karena perkiraan mereka salah.

    Nah untuk kelompok kedua ya kita doakan juga supaya penilaian mereka ngga berubah dan kita juga musti tau diri jangan sampe jadi sombong :D

  12. jiwakelana says:

    Diantara kelebihan dan kekurangan manusia yg trpenting diperhatikan adalah kelemahannya karna ini sering jadi jalan keluar dari masalah kelebihan dan kekurangan.

  13. dieyna says:

    Hiks.. hiks.. so sweet like bubble gum

  14. siapakah yang menjadi jakanya kang…..heheheheh kayaknya si kacep kang achoey yah….wah gag tahu kang kapan mau ngumpul di ciamis,soalnya saya juga baru nih buat blognya kang, mau di buat kelompoknya kah kang di ciamis? jadiin dech saya dukung menjadi bloger ciamis……

  15. yanti says:

    hidup… kehidupan…
    Kata Aa’Gym… hanya diri ini sendiri yang tahu.. siapa + bagaimana jati diri sesungguhnnya… ini pun masih diembel-embeli lagi…jika kita mau jujur…

  16. bocahbancar says:

    Ya memang kok Maz akan ada 2 pandangan..

    namun tetap saja Pilihan Sang Jaka adalah pilihan yang baik karena bisa dipertanggungjawabkan…

    Salam Bocahbancar….

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/02/12/takut-menjadi-presiden/

  17. emma says:

    persepsi ku.. tetap ku usahakan baik terhadap siapapun..
    walo pun yang kusangkakan baik itu…
    adalah hal yang berniat tak baik padaku..
    Naif memang..
    aku menghindar dari sikap & sifat su’uzon..

    (sokseriuss.com)

  18. Cengkunek says:

    saya juga bingung pilih yg mana
    soalnya belum ada yg bisa dipilih :D

  19. wi3nd says:

    ya be9itulah hidup A..
    setiap oran9 mempunyai cara pandan9 yan9 berbeda,
    tapi dari suduT pandan9 yan9 berbeda itulah kita bisa bercermin untuk semakin men9oreksi diri..

    keeP istiQomah A.. :)

  20. pengendara says:

    seperti mata uang yang memiliki dua sisi,
    .
    di sisi mana anda berada saat ini ?

  21. blue datang lagi,kawan
    salam hangat selalu

  22. bogorbiru says:

    Wuah.. sepertinya saya akrab dengan kisah ini sobat.. mm.. kita memang perlu ketemu kayaknya kang

  23. kucingkeren says:

    geting better day by day!.. sipp kang!

  24. Ya… memang kita gak kan bisa membuat semua orang sepaham dengan kita, setuju dengan tindak tanduk kita, walau pun pada hal yang kita anggap benar.

  25. Edi Psw says:

    Manusia memang begitu. Pasti punya sisi buruk dan sisi baik. Apalagi penilaian masing-masing orang itu tidak sama.

  26. happy says:

    blogwalking nih. HEHEHEH. good posting.
    main2 ke blog gw juga ya..

  27. carra says:

    emang kritikan dari orang laen perlu didengerin … tapi tetep musti ada filternya juga kan kang… perlu dipilah dan dipilih :) … yang penting kita berusaha berubah ke arah yang lebih baek…
    :mrgreen:

    btw…

    kang link yg di blog carra kuedit ke sini aja ya… yg satunya udah ga aktif lagi ya..??

  28. omiyan says:

    selalu ada dua sisi pandangan yang berbeda tinggal kita memilih atau tetap menjadi diri kita sendiri

  29. Jafar Soddik says:

    Kita tampak baik oleh orang lain karena Allah Swt. menutupi segala aib dan keburukan kita, Dan kita tampak buruk oleh orang lain karena Allah Swt. membukakan segala aib dan keburukan kita ke orang lain.

    Artikel diatas mirip dengan apa yang dialami oleh para artis-artis yang memainkan peran protagonis nan baik tapi dalam kehidupan nyata bisa jadi mereka berbeda jauh. Seperti itulah dunia, panggung drama yang diseliputi oleh topeng-topeng kepalsuan.

  30. bedh says:

    ketika kita bermaksud untuk berhubungan lebih dekat dengan seseorang maka kita akan mulai menilai diri kita dan juga orang tersebut. jika kita terlalu lama bermain-main dengan permainan kita ini maka hubungan yang terjalin akan terus di pengaruhi oleh sakwasangka terhadap diri kita dan juga orang tersebut.

    kalau saya sih lebih baik tidak menghakimi diri sendiri dan juga orang lain akan tetapi berdiri di tempat dimana keinginan untuk tidak menyakiti orang lain lebih kuat.
    :)

  31. zoel says:

    pada intinya biarlah orang lain yang menilai..

  32. apapun persepsi mereka, yang pasti ada landasannya,
    perbedaan persepsi membuat dunia semakin berwarna,
    positif thingkin dan jadilah orb
    “ORang Bijak”

  33. ya, semoGa menjadikaN kita lebih dewasa aja yacH..
    ;)

  34. indri says:

    persepsi orang sebenarnya hanya untuk membangun diri kita…penentu kita mau kemana, dan mau jadi apa adalah kita sendiri…semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik..amin ^_^

  35. Ririn says:

    Filmnya mnjdi inspirasiku untuk memutar film masa silamku… :)

  36. grubik says:

    Diantara 2 persepsi itulah kita lalu tersadar ttg hakekat manusia biasa..
    Manusia biasa kawan, itulah kita

  37. nah itu dia kang saya mah baru di ciamis, jadi untuk para blogger ciamis saya belum begitu mengenal

  38. radesya says:

    Begitulah hidup kak, Alloh membaginya dengan seimbang, ada sisi baik dan sisi buruk, semua sudah diatur dari sana

    kakak, sehat kan?

  39. mrpall says:

    ternyata di dunia ini ga ada yg lebih dari yang laen artinya manusia harus mengerti dirinya sendiri alias tidak perlu sombing

  40. diaajeng says:

    Minggu2…ngantuk euy..brkunjung ah ke rumah kang achoy..sapa tahu dikasih juz,hehe :)

    DIAJENG
    http://www.diaajeng.wordpress.com

  41. "DIAJENG" says:

    Aih ga nge’link yg td ya..ulang..ulang ah..tes..tes..he5 :)

  42. "DIAJENG" says:

    Biar hetrix ah skali lg…makan..makan..makan..:)

  43. mascayo says:

    betul kang, kita tidak bisa menyamakan persepsi orang tapi persepsi orang terbangun dari bagaimana kita tampil

  44. oRiDo™ says:

    betullll…
    kita tidak bisa mengandalkan orang utk mengikuti apa yang kita harapkan..
    kita hanya bisa melakukan yang terbaik.. ;-)

  45. kezedot says:

    semoga minggunya menyenangkan ya,bang
    salam hngat selalu dari blue

  46. DIAJENG says:

    siang……….:) waktunya lunch kang :)

  47. DIAJENG says:

    eh gimana kabar kang jaka (*uhm…pura-pura nanya ah…) :)

  48. tergantung dari sudut pandang mana melihatnya.
    betul?

  49. pa cabar boz.
    salam hangat selalu

  50. siwi says:

    Aku masuk kelompok ketiga aja deh. Salah satu orang yang rajin baca tulisan sang Jaka heheheh..

    Btw, foto di fesbuk-nya ga kuku.. hihi.. :P

  51. obaghy says:

    lhn ko nikah kaPAN KANG ko abdi br tau tau cuman gosip:-)
    afwan ni lama ga mampir lagi mls
    salamnya buat kang jaka
    miss u janda

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s