Sahabat, coba kau lihat di sini, aku terpaku melihat itu. Ternyata mereka masih menyapaku dan mereka tidak tahu kalau aku masih ada, hanya di tempat yang berbeda. Mereka adalah sahabat yang baik. Aku kagum pada mereka.
Banyak yang bertanya padaku tentang kenapa aku pindah ke blog baru. Aku hanya bisa menjawabnya kalau aku ingin merasakan nikmatnya kembali memulai ngeblog, itu saja.
Tapi jika ada yang memaksaku tuk menambahkan jawabannya, maka kukatakan cukup aku yang tahu. Atau bisa saja kujelaskan saat yang tepat tuk berkata.
Selamat tinggal Sang Khilaf, semoga Sang Sederhana tetap ada.





lho…..???
“Selamat tinggal Sang Khilaf, semoga Sang Sederhana terbiasa tuk tak lakukan itu.” <<—– melakukan apa *set mode binum*
Oleh: Ly on 5 November 2008
at 12:02 pm
yang sabar yach kang….?? ambil hikmah dari setiap kejadian dalam hidup qt *sok bijak*
Oleh: Ly on 5 November 2008
at 12:03 pm
Ouw, jd baru ngalamin ‘pubertas kedua’ dlm ngeblog niy…
Selamat berkarya dlm blog sederhananya.
sang khilaf, and now sang sederhana. OK.
Oleh: yodama on 5 November 2008
at 1:37 pm
Dari sang khilaf menjadi sang sederhana ya….
Bagus juga…
Semoga tetep sederhana meski sudah jadi milyurner
Oleh: Nin on 5 November 2008
at 2:13 pm
hmmm…. *try to understand* rumah barunya bagus kok
Oleh: Dalila Sadida on 5 November 2008
at 2:14 pm
iya….seiring dengan perjalanan waktu
memang tak selayaknya khilaf terus
selamat berproses menuju kesederhanaan
yg arif dan wicaksono…….
Oleh: mikekono on 5 November 2008
at 2:22 pm
dimanapun abang berpijak aku akan berusaha datang bang. semoga sukses dlm segala bidang. salam hangat selalu
Oleh: bluethunderheart on 5 November 2008
at 2:42 pm
amiiin… tetap menjadi seseorang yang membumi ya, Kang
Btw, ambil awarnd di blog aku, Kang
Oleh: Tea on 5 November 2008
at 2:51 pm
ralat: “award” maxud saya *grin*
Oleh: Tea on 5 November 2008
at 2:52 pm
karena kamu tidak khilaf lagi
maju terus menghadapi hidup ini
tidak perlu menenggok kebelakang
lebih baik menjadi pribadi yang sederhana dan bersahaja
Oleh: tukangobatbersahaja on 5 November 2008
at 3:28 pm
Whatever kang…tampilan seperti apapun…aku sih asyik asyik aja….yang penting ada tulisannya. Selamat dengan rumah barunya (sory telat)
Oleh: Pakde on 5 November 2008
at 4:00 pm
udah g khilaf lagi kang? ehehehe
Oleh: FaNZ on 5 November 2008
at 4:13 pm
emank seru ya kang klo mulai ngeblog dari awal lagi..
*coba ahhhh
Oleh: emfajar on 6 November 2008
at 7:38 am
Someday saya jg mau bikin blog baru ach.. Tp kapan ya? Tunggu momentum yg pas..
Oleh: nAsruni on 6 November 2008
at 8:41 am
bang, URL nya saya taruh di blog saya, biar saya gampang berkunjung….
Oleh: ahsani taqwiem on 6 November 2008
at 9:39 am
Dimanapun rumahnya.. Aku akan tetap berkunjung kesana
Oleh: siwi on 6 November 2008
at 11:57 am
semoga kau tetap achoey yang sama
Oleh: latree on 6 November 2008
at 12:35 pm
hihi.. pembaca setia emang gak lari yah k
btw ho oh.. blog baru tuh kayaknya seger yah
Oleh: Jane on 6 November 2008
at 12:57 pm
oo… ic ic *ngangguk2
Oleh: amaliasolicha on 6 November 2008
at 3:41 pm
yg penting kakak ttp msh ada dech.. heheh
senang ttp bs bersama
Oleh: sarahtidaksendiri on 6 November 2008
at 3:48 pm
gmn kang cucu saja, ngga dijelaskan jg gpp…
Oleh: Fajar on 6 November 2008
at 5:05 pm
Anda dengan sederhana mengatakan ingin ngeblog dengan cara baru
inilah yang namanya naik kelas,
saya akan mengikuto jejak ini.
nanti
Oleh: ILYAS ASIA on 6 November 2008
at 5:14 pm
yang terpenting, saya akan belajar sama akang soal ngeblog. saya yang termasuk kejebak beberapa kali berkunjung ke blog yang lama itu.
Oleh: tren di bandung on 6 November 2008
at 5:17 pm
tetap bersahaja kang
Oleh: afwan auliyar on 6 November 2008
at 5:43 pm
Tetep keren kang….
Oleh: Agung Mojosari on 6 November 2008
at 6:36 pm
saya jadi teringat blog saya yang lama …. akan saya lupakan dan memulai semuanya dari nol lagi diblog yang semoga selalu saya rindukan, itulah mengapa saya menamakan blog saya rindu.
kang cucu, udah shalat magrib?
Oleh: Rindu on 6 November 2008
at 6:39 pm
Pasti punya alasan sendiri kenapa pindah rumah baru….apapun alasan itu, semoga ngeblog nya tetap berjalan….
Oleh: edratna on 6 November 2008
at 6:44 pm
^_^ Saya juga ingin melakukan hal yang sama ah….
Membumihanguskan blog saya… dan memulai dengan yang baru……..
[berani gak yach?]
Oleh: insansains on 6 November 2008
at 8:16 pm
iya tuh bener kata bunda enny…si akang bosen kayaknya jadi orang khilaf
Oleh: yessymuchtar on 6 November 2008
at 9:15 pm
apakah skrg mrskan yg lbih baik kang?
Slmat tnggal khilaf…
Oleh: Ardy Pratama on 7 November 2008
at 3:19 am
semoga dengan adanya rumah baru ini
motivasi semakin baru….karena semangat yang mengiringi
dimanapun kita berada kalo punya niatan yang baek insya Allah “warna” itu tak akan pudar
semangat kak
Oleh: shaffiyah on 7 November 2008
at 9:35 am
Saya sudah pindahkan link blog lamamu ke sini choey..
Oleh: suhadinet on 7 November 2008
at 9:36 am
ganti nama aja kang
http://oktasihotang.com/2008/11/07/peminta-minta-itu
Oleh: okta sihotang on 7 November 2008
at 9:47 am
blog baru, mungkin dengan idealisme baru ya. dalam rangka mempekokoh idealisme blog bagaimana kalau ngasih pendapat atau link artikel di
http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/07/blogger-and-the-city/
Oleh: tren di bandung on 7 November 2008
at 10:39 am
kang ayeuna mah tos teu hilap deuinya…
Oleh: tren di bandung on 7 November 2008
at 10:42 am
semoga sang sederhana juga g’ pergi
Oleh: zoel on 7 November 2008
at 11:45 am
tetap semangat kang, setidaknya bisa selalu membaca tulisanmu ^_^
Oleh: septy on 7 November 2008
at 12:36 pm
jangan ucapkan kata selamat tinggal..
kelak kamu akan merindu “rumah lama” mu..
sbab itu yang tengah terjadi padaku..
aku kembali :memebenahi rumah pertamaku..”
Oleh: emma on 7 November 2008
at 3:41 pm
sang khilaf adalah sejarah yang telah dilewati,
uhmmm I think So..
mas haris tidak kemana-mana, mas haris selalu menjadi sosok yang bisa di tiru dan di tauladani…
karena itulah sang pembaca tak pernah bosan berkunjung walaupun di rumah yang lama..
*duhh sok bijak banget ya mas..
Oleh: falla on 7 November 2008
at 10:42 pm
Ya, aku setuju: selamat tinggal Sang Khilaf…
Oleh: Daniel Mahendra on 8 November 2008
at 4:11 am
Hmmm kata yang sederhna tapi penuh makna… hehe
Oleh: agoenk70 on 8 November 2008
at 4:41 am
sekarang gak khilaf lagi ya, kang? dah sadar berarti….
*dipentung*
Oleh: mohammad yusuf on 9 November 2008
at 10:16 am