Oleh: achoey | 5 November 2008

Selamat Tinggal Sang Khilaf

Sahabat, coba kau lihat di sini, aku terpaku melihat itu. Ternyata mereka masih menyapaku dan mereka tidak tahu kalau aku masih ada, hanya di tempat yang berbeda. Mereka adalah sahabat yang baik. Aku kagum pada mereka.

Banyak yang bertanya padaku tentang kenapa aku pindah ke blog baru. Aku hanya bisa menjawabnya kalau aku ingin merasakan nikmatnya kembali memulai ngeblog, itu saja.

Tapi jika ada yang memaksaku tuk menambahkan jawabannya, maka kukatakan cukup aku yang tahu. Atau bisa saja kujelaskan saat yang tepat tuk berkata.

Selamat tinggal Sang Khilaf, semoga Sang Sederhana tetap ada.

 


Tanggapan

  1. lho…..???
    “Selamat tinggal Sang Khilaf, semoga Sang Sederhana terbiasa tuk tak lakukan itu.” <<—– melakukan apa *set mode binum*

  2. yang sabar yach kang….?? ambil hikmah dari setiap kejadian dalam hidup qt *sok bijak* :D

  3. Ouw, jd baru ngalamin ‘pubertas kedua’ dlm ngeblog niy… :)

    Selamat berkarya dlm blog sederhananya.

    sang khilaf, and now sang sederhana. OK.

  4. Dari sang khilaf menjadi sang sederhana ya….
    Bagus juga…
    Semoga tetep sederhana meski sudah jadi milyurner

  5. hmmm…. *try to understand* rumah barunya bagus kok :)

  6. iya….seiring dengan perjalanan waktu
    memang tak selayaknya khilaf terus
    selamat berproses menuju kesederhanaan
    yg arif dan wicaksono…….

  7. dimanapun abang berpijak aku akan berusaha datang bang. semoga sukses dlm segala bidang. salam hangat selalu

  8. amiiin… tetap menjadi seseorang yang membumi ya, Kang :)

    Btw, ambil awarnd di blog aku, Kang :)

  9. ralat: “award” maxud saya *grin*

  10. karena kamu tidak khilaf lagi
    maju terus menghadapi hidup ini
    tidak perlu menenggok kebelakang
    lebih baik menjadi pribadi yang sederhana dan bersahaja :)

  11. Whatever kang…tampilan seperti apapun…aku sih asyik asyik aja….yang penting ada tulisannya. Selamat dengan rumah barunya (sory telat)

  12. udah g khilaf lagi kang? ehehehe :D

  13. emank seru ya kang klo mulai ngeblog dari awal lagi..

    *coba ahhhh :)

  14. Someday saya jg mau bikin blog baru ach.. Tp kapan ya? Tunggu momentum yg pas.. :-)

  15. bang, URL nya saya taruh di blog saya, biar saya gampang berkunjung….

  16. Dimanapun rumahnya.. Aku akan tetap berkunjung kesana :)

  17. semoga kau tetap achoey yang sama

  18. hihi.. pembaca setia emang gak lari yah k :P btw ho oh.. blog baru tuh kayaknya seger yah :)

  19. oo… ic ic *ngangguk2 :)

  20. yg penting kakak ttp msh ada dech.. heheh :) senang ttp bs bersama

  21. gmn kang cucu saja, ngga dijelaskan jg gpp…

  22. Anda dengan sederhana mengatakan ingin ngeblog dengan cara baru

    inilah yang namanya naik kelas,

    saya akan mengikuto jejak ini.

    nanti

  23. yang terpenting, saya akan belajar sama akang soal ngeblog. saya yang termasuk kejebak beberapa kali berkunjung ke blog yang lama itu.

  24. tetap bersahaja kang :)

  25. Tetep keren kang…. :D

  26. saya jadi teringat blog saya yang lama …. akan saya lupakan dan memulai semuanya dari nol lagi diblog yang semoga selalu saya rindukan, itulah mengapa saya menamakan blog saya rindu.

    kang cucu, udah shalat magrib?

  27. Pasti punya alasan sendiri kenapa pindah rumah baru….apapun alasan itu, semoga ngeblog nya tetap berjalan….

  28. ^_^ Saya juga ingin melakukan hal yang sama ah…. :D

    Membumihanguskan blog saya… dan memulai dengan yang baru……..

    [berani gak yach?]

  29. iya tuh bener kata bunda enny…si akang bosen kayaknya jadi orang khilaf :P

  30. apakah skrg mrskan yg lbih baik kang? :) Slmat tnggal khilaf…

  31. semoga dengan adanya rumah baru ini
    motivasi semakin baru….karena semangat yang mengiringi
    dimanapun kita berada kalo punya niatan yang baek insya Allah “warna” itu tak akan pudar

    semangat kak :)

  32. Saya sudah pindahkan link blog lamamu ke sini choey..

  33. ganti nama aja kang :D
    http://oktasihotang.com/2008/11/07/peminta-minta-itu

  34. blog baru, mungkin dengan idealisme baru ya. dalam rangka mempekokoh idealisme blog bagaimana kalau ngasih pendapat atau link artikel di

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/07/blogger-and-the-city/

  35. kang ayeuna mah tos teu hilap deuinya…

  36. semoga sang sederhana juga g’ pergi :D

  37. tetap semangat kang, setidaknya bisa selalu membaca tulisanmu ^_^

  38. jangan ucapkan kata selamat tinggal..
    kelak kamu akan merindu “rumah lama” mu..
    sbab itu yang tengah terjadi padaku..
    aku kembali :memebenahi rumah pertamaku..”

  39. sang khilaf adalah sejarah yang telah dilewati,
    uhmmm I think So..

    mas haris tidak kemana-mana, mas haris selalu menjadi sosok yang bisa di tiru dan di tauladani…
    karena itulah sang pembaca tak pernah bosan berkunjung walaupun di rumah yang lama..

    *duhh sok bijak banget ya mas.. :)

  40. Ya, aku setuju: selamat tinggal Sang Khilaf…

  41. Hmmm kata yang sederhna tapi penuh makna… hehe

  42. sekarang gak khilaf lagi ya, kang? dah sadar berarti…. :mrgreen:
    *dipentung*


Beri tanggapan

Your response:

Kategori